SERI NASIHAT SUKSES YANG TIDAK LAZIM #2: LEBIH LAMA TIDUR, LEBIH PRODUKTIF

by admin | 12/07/2018 | Uncategorized

Ini nasihat dari Arianna Huffington, bos Huffington Post, salah satu laman berita dan blog paling banyak dibaca di internet. Majalah Time juga memasukkan nama AH dalam daftar “100 Orang Paling Berpengaruh Sejagad”.

Nasihatnya berasal dari pengalaman pribadinya ketika tengah beraktivitas tiba-tiba dia pingsan. Dokter yang menanganinya mengatakan kalau sudah saatnya AH mengubah pola hidupnya dengan mengurangi waktu kerjanya dan lebih lama tidur sesuai bakuan yaitu minimal 7 jam sehari menurut American Academy of Sleep Medicine. Diakuinya memang dengan jadwal yang padat untuk menghadiri berbagai konferensi atau menjadi pembicara di berbagai negara membuat waktu tidurnya tinggal rata-rata 3-4 jam per hari.

Sejak saat itulah, dia konsisten menjadwalkan tidur yang cukup. Bahkan lebih jauh lagi, dia juga menyerukan agar di setiap kantor atau tempat kerja, perusahaan juga menyediakan ruang tidur untuk karyawan. Kantor Pusat Huffington Post mulai menyediakan ruang tidur sejak tahun 2011. AH bisa mengenang saat pertama kali disediakan, karyawan masih malu-malu untuk menggunakan fasilitas itu saat istirahat siang. Tapi kini ruang tidur selalu penuh oleh karyawan yang beristirahat sejenak untuk memulihkan staminanya. Dan fasilitas ruang tidur ini sudah menjadi standar di perusahaan terkemuka seperti Google, Nike, Zappos, Ben & Jerry’s, dll.

Logikanya sederhana, kurang tidur berpengaruh terhadap kecerdasan emosional, fungsi kognitif, pengambilan keputusan, kesehatan jantung, dan tekanan darah, tulis AH dalam bukunya berjudul Sleep Revolution. Mengutip data di perusahaan AS, tingkat mangkir kerja karyawan terkait dengan berbagai penyakit akibat kurang tidur, menurut AH setara dengan hilangnya 11 hari kerja per karyawan per tahun yang kalau diuangkan= $63 milyar= Rp883T. Itulah sebabnya AH selalu menyeru kepada para pekerja kantoran agar jangan bekerja “terlalu keras” hingga mengurangi waktu tidurnya. Lebih baik mereka memangkas waktunya di kantor, tidur lebih lama, untuk meningkatkan produktivitas.