KEAHLIAN PERBANKAN YANG SANGAT DIBUTUHKAN DI ERA DIGITAL DAN BELUM ADA AHLINYA

by admin | 08/07/2018 | Uncategorized

Mekanik mobil, kita sudah familiar dengan sosok dan keahliannya. Bagaimana dengan “mekanik algoritma?” Kita tentu merasa asing dengan istilah yang termasuk dalam kategori keahlian perbankan di era digital dan belum ada ahlinya.

Secara singkat, mekanik algoritma adalah ahli yang bisa merumuskan formula pengambilan keputusan secara digital berdasarkan analisis data. Contohnya dengan melihat pola transaksi seorang nasabah di perbankan atau bahkan aktivitasnya di medsos, seorang mekanik algoritma akan langsung bisa merumuskan dengan akurasi tinggi produk dan layanan apa saja yang dibutuhkan oleh nasabah tersebut dan bisa disediakan oleh bank. Tidak diperlukan wawancara, menyerahkan berkas persyaratan lengkap, kemudian dibuat usulan, rekomendasi, persetujuan yang memakan waktu berhari-hari. Semuanya cukup “klik”.

Masih ada lagi keahlian yang kita belum kenal tetapi sangat dibutuhkan. “Penasihat layanan menyeluruh”, ini adalah keahlian merancang dan mengukur kualitas layanan tidak saja di kantor, tetapi juga di setiap kanal layanan: aplikasi ponsel, chat, laman, internet, bahkan robot. Semua harus dibekali dengan standar layanan yang konsisten dan semuanya juga harus bisa “melampaui” kepuasan nasabah.

Artinya, digitalisasi dunia usaha, memang ada yang berdampak pada pengurangan posisi atau jabatan yang dibutuhkan. Tetapi pada saat yang sama juga dibutuhkan posisi atau keahlian baru yang sebelumnya tidak ada. Merupakan tantangan tersendiri bagi para profesional atau pekerja serta perusahaan atau organisasi untuk terus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berubah.

Keahlian lain yang juga dibutuhkan adalah “perekayasa proses digital”. Perbankan penuh dengan prosedur dan aturan internal maupun eksternal. Misalnya bagaimana proses penggantian kartu ATM yang hilang? Perbankan punya aturan sendiri-sendiri, tetapi semuanya masih versi manual: perlu tatap muka & melibatkan pekerjaan administratif. Tantangan di era digital adalah bagaimana mendigitalkan proses tersebut tanpa mengabaikan risiko? (Rebecca Smith, cityam.com, 5/7/18).